Cara Merakit Komputer (Bagian 4) - Seting BIOS

Senin, 05 Desember 2016 10:17:27 ,Oleh ,Dilihat : 2.033 x

Diasuh oleh Dr. Ir. Agus Wibowo, M.Kom, M.Si, M.M.

       Basic Input Output System atau BIOS adalah sebuah software yang berkomunikasi langsung dengan hardware. BIOS ini terdapat pada sebuah IC pada motherboard yang disebut IC BIOS, dan dilengkapi oleh sebuah baterry yang berfungsi agar user setting pada BIOS tersebut tetap terjaga walaupun komputer dalam keadaan mati. Jenis dan merk BIOS yang terdapat pada motherboard berbeda-beda tergantung dari vendor motherboard tersebut. Namun, walaupun semua merk serta jenis BIOS mempunyai daftar menu yang detailnya berbeda, secara garis besarnya, menu-menu BIOS tersebut mempunyai kemiripan fungsi.

Contoh tampilan dari Phoenix BIOS :


Beberapa jenis BIOS dipakai untuk beroperasinya sebuah sistem motherboard. Contoh jenis BIOS adalah AMI (American Megatrends Inc.), Award, dan Phoenix. BIOS model akhir mendukung fitur Windows Plug and Play (mengenali hardware yang terhubung di komputer dan langsung bisa dipakai). Chip CMOS yang terdapat pada motherboard berisi instruksi setup dari  ROM untuk mengkonfigurasi BIOS  pada motherboard .


BIOS (Basic Input and Output System) Setup Utility menampilkan status konfigurasi sistem dan memberikan berbagai pilihan bagi anda  untuk menseting parameter pada sistem. Parameter ini tersimpan oleh  batere CMOS RAM, di mana akan tetap menyimpan  informasi parameter  ketika tombol  power dimatikan. Ketika sistem kembali dinyalakan,  sistem akan berjalan dengan konfigurasi nilai parameter  yang anda simpan pada  CMOS.

BIOS Setup Utility digunakan untuk mengkonfigurasi:

  • Hard drive, diskette drive dan peripheral
  • Jenis Video display  dan pilihan display 
  • Pemberian Password untuk melindungi penggunaan komputer 
  • Fitur Power Management 

Seting yang dilakukan pada Setup Utility akan berpengaruh terhadap apa yang akan dilakukan oleh  komputer. Sebelum melakukan Setup Utility, pastikan anda memahami berbagai  opsi yang terdapat pada Setup Utility.  Berikut ini penjelasan tentang Setup Utility.

Konfigurasi  Standar

Konfigurasi standar sebenarnya sudah tersimpan pada Setup Utility. Artinya sistem sudah dapat berjalan dengan normal. Meskipun demikian, anda  dianjurkan untuk membaca penjelasan berikut untuk beberapa perubahan yang ingin anda lakukan di kemudian hari.

Setup BIOS harus dilakukan dengan alasan :

  • Ketika terdapat perubahan konfigurasi sistem ( misal habis batere, penambahan hardisk, CDROM, mematikan / menghidupkan fitur sound, LAN, atau VGA on board). 
  • Terjadi kesalahan konfigurasi  dan anda diharuskan melakukan perubahan pada  
  • Setup Utility (salah kapasitas hardisk, salah setting frekuensi memori atau prosesor).
  • Ketika terjadi konflik IRQ (akibat penambahan sound card, LAN card, modem atau VGA card)  
  • Terjadi pengubahan konfigurasi Power Management 
  • Mengubah  password BIOS atau  perubahan setting Security  di BIOS
Cara Masuk ke BIOS, satu atau 2 detik setelah komputer dinyalakan, tekan tombol DEL atau F2 (satu atau 2 kali). Beberapa BIOS menggunakan tombol DEL, beberapa yang lain menggunakan F2. Untuk Laptop atau komputer Bulit up menggunakan jenis tombol yang berbeda selain DEL atau F2.

A. Standard CMOS Setup/Features :
Berisi pengaturan dasar seperti  jam, tanggal serta halt on.


Date
digunakan sebagai menu untuk mengkonfigurasi tanggal serta tahun.
Time
digunakan sebagai menu untuk mengkonfigurasi waktu.
Hard Disk (IDE Channel)
Berisikan keterangan serta konfigurasi tentang jenis, ukuran kapasitas jumlah cylinder dan mode dari hard disk yang terpasang pada konektor-konektor Primary Master , Primary Slave, Secondary Master, Secondary Slave.
Drive A dan B (belum tentu ada untuk mainboard jaman sekarang)
Digunakan sebagai menu untuk menentukan jenis dari FDD yang dipakai sebagai drive A dan B di CPU.
Video
Menu yang digunakan untuk menentukan jenis dari monitor yang digunakan.
Halt On
Menu yang menentukan bahwa komputer akan idle berdasarkan kesalahan yang terjadi pada devices tertentu.

B. BIOS Feature Setup/Advanced BIOS Features :
Digunakan ketika ingin menginstal sistem operasi yang baru atau penambahan kartu VGA yang baru


Hardisk Boot Priority

Memilih hardisk yang akan digunakan untuk booting jika terdapat lebih dari satu hardisk .
Quick boot
Opsi untuk boot secara cepat (enable) tanpa menampilkan proses pengecekan sistem pada layar
atau dengan nama : Quick On Power On Self Test untuk BIOS versi dahulu
Boot Sequence/First Booot device
Urutan prioritas dari pencarian file boot yang diperlukan saat booting. Untuk instalasi sistem operasi (Windows/Linux) yang baru dipilih DVD atau USB.
On Board VGA
Opsi untuk mematikan atau menghidupkan kartu VGA bawaan dari motherboard.

Sebenarnya banyak bagian lain dari menu setup BIOS, yang paling utama hanya 2 yaitu Standard dan Advanced BIOS Features. Untuk menyimpan hasil seting, tekan tombol F10, tekan Y untuk konfirmasi penyimpanan hasil seting. 


TOP