Cara Memperbaiki Monitor LCD (11) - Cara Memeriksa Kerusakan Komponen Monitor

Senin, 17 April 2017 13:13:27 ,Oleh ,Dilihat : 3.984 x

Diasuh oleh Dr. Ir. Agus Wibowo, M.Kom, M.Si, M.M 

Memahami kode resistor SMD sangat penting jika Anda ingin dapat memperbaiki  monitor  LCD. Setiap resistor SMD memiliki sejumlah kode angka di atasnya.  Anda  dapat menghitung nilai resistansi dalam satuan ohm dengan mudah.

Berikut contoh kode yang terdapat pada resistor SMD :

  • 0= Jumper 
  • 000= Jumper 
  • 6R8= 6.8 Ohm 
  • 100= 10 Ohm 
  • 750= 75 Ohm 
  • 101= 100 Ohm 
  • 164= 160000 = 160 Kilo Ohm 
  • 472= 4.7 Kilo Ohm 
  • 1200= 120 Ohm 
  • 1201=1200 Ohm= 1.2 Kilo Ohm 
  • 1001=1000 Ohm= 1 Kilo Ohm 
  • 2000= 200 Ohm 
  • 1182= 11800= 11.8 Kilo ohm 
  • 1003= 1000000= 1 Mega Ohm 

Pemberian kode pada resistor SMD ini adalah sama dengan resistor SMD jenis larik (array resistor). Resistor SMD jenis larik sebenarnya terdiri dari beberapa resistor yang memiliki nilai ohm sama dalam satu paket. 

Pengujian resistor SMD 
Metode pengujian adalah sama seperti ketika Anda memeriksa jenis resistor biasa (karbon film,  kawat  dll).  Hitung nilai resistor  SMD  berdasarkan  kode  dulu,  setelah  Anda  mendapat nilainya  maka  Anda  dapat  mengujinya dengan multimeter digital.  
Disarankan agar  tidak  menggunakan multimeter  analog  karena  tidak  akan menunjukkan pembacaan  yang akurat dibandingkan  dengan meter digital. 


Terkadang kita dapat mengukur secara langsung resistor SMD pada mainboard. Jika diperoleh hasil yang tidak tepat, maka harus dilepas solderannya, kemudian baru diukur. Tempatkan probe uji di kedua ujung resistor SMD pada Mainboard dan membaca hasil secara langsung dari layar LCD multimeter digital. Kadang-kadang memeriksa resistor padas Mainboard tidak akan memberikan pembacaan yang tepat karena terdapat pengaruh koneksi dengan komponen lainnya